
Sebuah Kemenangan di Atas Panggung Bela Negara
30 Juni 2025
Harmoni Kebangsaan dalam Setiap Nada
1 Juli 2025Awalnya hanya iseng. Saat info lomba paduan suara Mars Bela Negara PMM PKBN 2022 beredar di grup UKM Musik Kampus (Umiba), kami sekadar saling tag: “Yok kita ikut!”. Tapi siapa sangka, ajakan receh itu membawa kami pada petualangan paling mengharu-biru sepanjang sejarah kumpul-kumpul di ruang aer.
Babak Latihan: Drama 7 Kunci
Kami—12 orang dengan suara sumbang sampai fals—harus menyatukan vision. Ada yang ingin aransemen klasik ala korps musik TNI, sementara vokalis metal ngotot minta breakdown gitar. Perdebatan pecah saat menentukan kunci dasar:
“Pakai C mayor aja, biar gampang!”
“Gila! Nanti bagian bas jadi kayak suara kodok!”
Puncaknya saat latihan H-7, ketika kami—dengan percaya diri—menyanyikan refrain “Bela Negaraku!” dengan nada berbeda-beda. Pak Dosen yang lewat sampai menggeleng: “Ini mau jadi paduan suara atau simfoni katak tengah hujan?”
Momen Ajaib di Panggung
Saat hari-H tiba, kami berdiri di panggung dengan kostum serba putih-merah ala kadarnya. Beberapa masih sibuk mengingat lirik, yang lain berbisik: “Jangan lupa, setelah bait kedua turun setengah nada!”
Begitu musik dimulai, sesuatu ajaib terjadi. Sorot lampu panggung menyatukan fokus kami. Suara Mayang yang biasanya fals di nada tinggi tiba-tiba jernih membawakan solonya. Bagian bas yang biasanya kacau kini bergemuruh kompak. Bahkan Andi—yang selama ini selalu telat masuk—tepat sekali saat krusendo “Siap sedia!”
Kejutan Juara 2
Saat panitia mengumumkan “Juara 2 diraih oleh… Paduan Suara Umiba!”, kami saling pandang tak percaya. Hadiah tabungan Rp 3 juta dari bank bjb langsung kami rencanakan untuk dua hal: beli sound system baru dan nasi kotak 50 bungkus buat pesta kecil-kecilan.
Tapi hadiah terbesar justru datang dari penonton—seorang bapak-bapak veteran yang memeluk kami sambil berkaca-kaca: “Terakhir kali dengar Mars ini dinyanyikan dengan semangat seperti ini, waktu saya masih muda.”
Epilog: Dari Aer ke Negeri
Kini poster “Juara 2 Lomba Paduan Suara” terpampang manis di dinding ruang aer kami—bersanding dengan foto-foto latihan kocak kami yang wajahnya semua tegang mencoba mencapai nada tinggi.
Setiap kali ada anggota baru yang ragu ikut lomba, kami selalu tunjukkan rekaman penampilan itu—di mana 12 orang dengan suara pas-pasan bisa menang hanya karena satu hal: “Kalian nggak harus sempurna. Cukup kompak dan percaya, bahkan suara kodok pun bisa jadi musik.”
Dan ya, sampai sekarang kalau ada yang bilang Mars Bela Negara itu kuno, kami—Umiba Voice—siap membuktikan bahwa lagu ini bisa mengguncang panggung, asal… dinyanyikan dengan jiwa, bukan cuma mulut.

